Diberdayakan oleh Blogger.

Tampilkan postingan dengan label Tutorial Programmer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial Programmer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Februari 2009

Contoh Kontrak Kerja Programmer


http://images.virusceo.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SI8mhwoKCsoAAEwiZvU1/SALAMAN.JPG?et=Hz39Pp4eKKlQ2zQJeC0BRg&nmid=0Dalam pembuatan program disebuah tempat / institusi / lembaga, kontrak kerja merupakan komponen yang sangat penting. Tanpa adanya kontrak kerja yang jelas, bisa-bisa akan tidak memuaskan salah satu pihak. Pengalaman saya, pembuatan program tanpa kontrak akan sangat menghabiskan waktu, karena misalnya diawal pembuatan program saya berurusan dengan Bapak A yang merupakan pimpinan perusahaan atau ketua bidang bagian IT, setelah tawar menawar mengenai program selesai, dan sudah didapatkan "angka-angka" nya saya mulai membuat program.

Pada pelaksanaannya (masa implementasi program), ternyata saya lebih banyak berurusan dengan Bapak B. Bapak B dituntut oleh Bapak A untuk menghasilkan laporan-laporan yang dibutuhkan, namun karena komunikasi saya hanya dengan Bapak A yang lebih memahami tentang Ilmu manajemen tingkat atas, ternyata ada banyak Hal-hal teknis yang terlewatkan, sehingga kita harus tentunya menyesuaikan dengan keinginan Bapak B. Itupun kalau urusannya lancar, jika tidak, seandainya saja Bapak A atau Bapak B ternyata salah memberikan data atau kebutuhan yang diinginkan, tidak ada kekuatan hukum bagi Programmer untuk menolak dan menyatakan bahwa "ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita". Mereka bisa saja bertahan, bahwa masalah ini sudah dibahas sebelumnya. Belum lagi dengan adanya pergantian pimpinan, kecurangan disalah satu pihak dan kasus-kasus lainnya.

Waktu itu saya berpendapat tidak masalah, karena saya sedang mencari pengalaman. Jadi atau tidak jadi proyek, saya sudah pasti dapat ilmu yang bisa menjadi tabungan untuk masa yang akan datang. Namun ketika waktu sudah menjadi sumberdaya yang sangat berharga, hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan, harus ada sebuah media yang bisa membantu kita programmer jika si pengguna bertindak macam-macam atau terkesan tidak serius dengan kerjasama yang dilakukan.

Alat itu adalah kontrak kerja, caranya jika seandainya ada project. Kita terlebih dahulu mempelajari dokumen-dokumen yang akan kita buat dan olah dengan program sesuai dengan prinsip SDLC (System Development Life Cycle, disini toh gunanya kita membuat skripsi lol :)) ). Setelah selesai, kita sampaikan kepada pengguna batasan-batasan pekerjaan, apa saja yang dibuat, yang dibutuhkan dan apa saja yang dilakukan, serta otomasi yang akan diciptakan. Setelah itu selesai baru kita perhitungkan lama waktu pengerjaan program. Dan ujung-ujungnya biaya yang kita butuhkan untuk penyelesaian project. Baru kemudian kita buat kontrak kerja 2 buah, yang masing-masingnya diberi materai 6.000 atau 3.000 sesuai dengan besaran kontrak. 1 kontrak buat kita, 1 untuk pengguna.

Malah menurut teman saya, raja proyek 3 D Max (ayooo.. tebak siapaaa...). Dia tidak segan-segan membawa kustomernya ke Notaris untuk membuatkan kontrak kerjanya, biayanya hanya berkisar 200 sampai 300 ribu kok. Dan tentu saja kekuatan hukumnya dan kemungkinan kita untuk dipermainkan akan sangat kecil sekali.

Jika seandainya ditengah jalan, atau pada saat implementasi terjadi perubahan kebijakan atau kebutuhan. Maka kita bisa membawa kontrak tersebut dan memperlihatkan kembali kesepakatan diawal kerjasama, jika ternyata memang harus ada tambahan, kita bisa meminta tambahan uang lelah, nggak rugi kan?, okeh, dari pada cerita panjang lebar silahkan anda download Contoh Kontrak Kerja yang sudah saya buat dan sesuaikan dengan kebutuhan dan jangka waktu project anda, dan selamat berjoeang (kata mas Romi Satria Wahono).

Senin, 08 Desember 2008

Daftar (lengkap?) bahasa pemrograman


http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://blogs.toonboom.com/professional/wp-content/uploads/2008/05/wikipedia-logo.png&imgrefurl=http://sayaorang.wordpress.com/2008/11/29/informasi-di-wikipedia-bisa-bahayakan-kesehatan/&usg=__4cGhVY1V6ChDqzGDUOhXOL9hpOc=&h=599&w=489&sz=211&hl=id&start=2&tbnid=rSUvt-Bdx72kcM:&tbnh=135&tbnw=110&prev=/images%3Fq%3Dwikipedia%26gbv%3D2%26hl%3DidMenguasai sebuah bahasa pemrograman jangan membuat kita menjadi katak dalam tempurung, apalagi yang dikenal hanya baru sekedar pemrograman database . Setidaknya kita harus mengenal juga jenis-jenis dan paradigma pemrograman. silahkan baca disini untuk melihat daftar bahasa pemrograman yang ada http://en.wikipedia.org/wiki/Alphabetical_list_of_programming_languages , dan selamat memilih bahasa pemrograman yang mau dipakai... (nah lo!)

Senin, 01 Desember 2008

Pilih-pilih bahasa pemrograman , sebuah cerita


http://www.problogger.net/wp-content/uploads/2008/08/choose-topic-blog-post.jpgMemilih bahasa pemrograman merupakan hal-hal yang susah-susah gampang, saya memilih Visual Basic 6.0 dulu hanya karena kebetulan itu saja sumber yang saya punya (ada contoh source code dari Guru Bang Jinto, dan ada buku M. Agus J. Alam yang saya salin habis-habisan karena ndak ada duit buat mengcopy). Pada waktu itu (masih tahun 2000-an) saya memulai dari Visual Basic 6.0. Belum hangat soal hak cipta seperti sekarang ini. Sistem operasi Linux masih belum menggema di Padang pada waktu itu (sambil menatap langit, heheehe).

Kondisi sekarang sangat berbeda. Mulai ada teman-teman dari open source yang mulai mengembangkan aplikasi-aplikasi yang istilah kang Ono nya menggunakan bahasa pemrograman yang "banci". Banci disini dimaksud adalah program aplikasi yang dibuat pada sebuah sistem operasi, namun berjalan pada sistem operasi yang lain. Mengedepanlah bahasa multi sistem operasi yakni Java yang katanya berasal dari nama pulau jawa. Karena tingginya tingkat penggunaan java, yang disebabkan oleh fleksibilitasnya tersebut. Microsoft juga mengembangkan Visual Basic menjadi bahasa pemrograman yang cross platform. Buat di windows, kemudian installasi .Net frameworknya di linux maka program bisa berjalan di linux.

Saya melihat untuk pemrograman desktop dahulu (sebelum era .Net dan Java sekarang) untuk pengolahan database ini adalah bahasa pemrograman yang populer karena kemudahannya dibandingkan dengan C. Yang dari waktu masa perkuliahan saya sudah diakui sebagai bahasa pemrograman tingkat sulit (bukan tinggi). Bahasa C sangat cocok diterapkan oleh mereka yang menggunakan ilmu komputer, untuk mengutak-atik sistem operasi, dan aplikasi-aplikasi core dari sistem operasi. Sewaktu masih kuliah menggunakan Turbo C++ saya masih ngambang dengan apa yang dimaksud dengan pemrograman berorientasi objek, saya mendapatkan gambarannya sejak menggunakan Visual Basic 5 pada waktu itu. Dimana yang namanya objek dalam Visual basic saya terjemahkan sebagai control pada waktu itu (form. textbox, optionbutton, dan lain-lain). jadi penerapannya lebih nyata (mungkin pemahaman terhadap algoritma yang masih dangkal).

Dengan menggunakan pemrograman yang kita sebut pemrograman visual, resep yang dipelajari untuk pembuatan pemrograman database pun relatif sama. kenali control yang dimiliki oleh program, pelajari cara koneksi ke database, cara simpan, cara perbaiki data, cara hapus data, pembuatan menu, pembuatan laporan, menyaring data, dan mencetak data. Dengan mempelajari langkah tersebut kita biasanya sudah bisa membuat sebuah aplikasi database, dan karena biasanya untuk pengembangan sebuah software digunakan pengembangan yang cepat membuat bahasa pemrograman yang dibutuhkan adalah bahasa pemrograman yang memiliki akses-akses mudah untuk hal-hal tersebut.

Adanya MDI di Visual Basic, form child, ADODC untuk koneksi database, ADODB untuk koneksi Offline, Crystal Report yang belakangan dipasangkan dengan VB .Net, merupakan rangkaian tool yang benar-benar membuat mudah untuk pengolahan database dengan Visual Basic 6. Bagitupun di Delphi, koneksi dengan ODBC , pembuatan JDBC, quick report, merupakan langkah-langkah dari Delphi yang merupakan pengembangan dari Pascal untuk mengadopsi pengembangan pemrograman database ini.

Java sendiri sejak dari dulu merupakan bahasa pemrograman yang memang sudah cross platform. Dengan memasangkan sebuah aplikasi di sistem operasi yang dia tumpangi membuat programmer java sangat dimanjakan dengan kemudahannya untuk diinstall di sistem operasi yang berbeda. Tingkat ketenaran java meningkat karena adanya perangkat komunikasi seperti ponsel yang mengadopsi berbagai aplikasi game dari java untuk dijalankan di ponsel. Popularitas java sangat meningkat karena begitu banyak sistem operasi ponsel yang mensupportnya. Pembuatan java mungkin terinspirasi dengan browser internet yang bisa dibuka oleh semua sistem operasi. Java ini bertumpu pada sebuah Virtual Machine yang diinstall pada sistem operasi tempat dia bernaung. Jika berjalan di windows maka ada Virtual Machine untuk windows, jika untuk linux maka ada Virtual Machine untuk linux. dan ini juga didukung oleh perangkat Ponsel.

Berkembangnya java karena kemampuan multiplatformnya (belum lagi karena dia gratis), membuatnya menjadi bahasa pemrograman pujaan programmer. Karena itu Microsoft juga mengembangkan bahasa pemrograman cross platform nya sendiri dengan nama Visual Studio .Net, dengan Virtual Machine yang diberi nama .Net Framework, ngerinya Microsoft membawa serta Visual C++ sebagai tandem dari Visual Basic .Net (ingat Java merupakan bahasa yang juga bertumpu pada C, semua sistem juga bertumpu pada C).

Tentu saja karena keberadaan bahasa pemrograman cross platform yang mengandalkan tahap kompilasi pada saat run time dengan memanfaatkan virtual machine atau frame work memiliki kelemahan. Kelemahan utama adalah program yang lambat, karena program sesungguhnya belum terkompilasi sepenuhnya. Pada saat program dijalankan, program akan memanggil virtual machine / frameworknya untuk mengkompilasi perintah yang digunakan, hasil kompilasi ini baru dijalankan pada level sistem operasi. Jadi ada proses kompilasi pada saat menjalankan program. Mungkinkah ada bahasa pemrogaman yang bisa dikompilasi langsung menjadi program pada sistem operasi tanpa perlu menanamkan virtual machine?, sehingga tahap eksekusi program bisa menjadi lebih cepat tentunya, katanya sih Phyton adalah bahasa pemrograman yang memiliki kemampuan ini (CMIIW). Tunggu saja, mari kita cari referensinya, untuk saat ini..... selamat belajarrr......

Jumat, 28 November 2008

Psikologi Warna dalam membuat sebuah program


http://www.softmaximum.com/free/review/free-norton-antivirus/3389/Dalam pembuatan sebuah program aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman apapun, kita perlu untuk menciptakan konsistensi dalam memberi warna, coba perhatikan website google.com. Identik dengan warna biru, yahoo identik dengan merah, program antivirus norton identik dengan warna kuning (lihat pada gambar disebelah, hanya ada 4 warna, kuning dengan lebel tertinggi diikuti dengan menrah, hitam dan hijau), sedangkan nod32 identik dengan warna biru.

Apakah warna yang identik dengan aplikasi itu merupakan sebuah kebetulan belaka?, tentu saja bukan!. Warna merupakan salah satu alat untuk menunjukkan konsistensi dari sebuah program / web. Dengan warna yang selalu konsisten maka pengguna akan merasa nyaman karena berada dalam lingkungan yang sudah dikenalnya, misalnya saja kita membuka google, awalnya tampil dengan warna biru, kemudian pas kita klik halaman lainnya, ternyata yang muncul adalah halaman dengan warna yang berbeda apa akibatnya? Otak kita akan langsung menunjukkan ketidak tertarikannya, karena dengan kondisi yang baru tentu saja otak harus kembali belajar memahami struktur pola warna yang baru dari halaman tadi.Hal ini juga berlaku dalam pembuatan sebuah program aplikasi, jika saja Norton antivirus itu berwarna-warni, sudah pasti akan membuat lelah psikologi penggunanya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah warna, menurut Hendra Hendratman, S.T. Pakar disain grafis itu lhoo, daripada bermasalah dengan kombinasi warna yang bisa saja menimbulkan clash (ketidak cocokan), lebih aman untuk menggunakan warna yang berdasarkan gelap dan terangnya, misalnya kombinasi biru, bisa saja untuk header digunakan biru terang, sedangkan pada label digunakan biru gelap, klop dengan warna hitam untuk isian.

Gambaran sederhana saja, dari office 97 sampai dengan office 2007, rasanya microsoft word tetap identik iconnya dengan warna biru. Ini merupakan strategi untuk konsistensi dari word sendiri, walaupun setiap tahunnya dilakukan pengembangan terhadap microsoft word, namun para pengguna tetap still yakin (bahkan sebagian tanpa baca buku mengenai word terbaru tersebut) langsung menggunakannya!, kenapa ini bisa terjadi?, ya karena si pengguna telah merasa aman dengan menggunakan aplikasi tersebut. Bukankah alasan utama susahnya berpindah ke Open source adalah karena rasa tidak aman juga?

Selain untuk konsistensi, warna juga bisa kita gunakan sebagai trademark dari kita sendiri, misalnya kita konsisten utuk membuat program dengan warna tertentu, tentu saja untuk suatu produk. Untuk contoh dalam dunia nyata coba ingat-ingat, kira-kira rcti identik dengan warna apa?, simpati identik dengan warna apa?, xl identik dengan warna apa?, mereka semua bermain aman dengan hanya menggunakan kombinasi 2-3 warna dengan 1 warna dominan. Jadi setiap pengembangan program, tetap kita sesuaikan dengan master warna yang telah dibuat sebelumnya, selamat belajar....

Senin, 30 Juni 2008

Bagaimana menjadi seorang programmer


Untuk menjadi seorang programmer database, sebenarnya tidak begitu sulit, namun memang harus melalui tahapan-tahapan yang tidak bisa kita tinggalkan ibarat kata pepatah kalau ingin mencapai 1000 tangga ya harus dari tangga yang pertama dulu. Adapun menurut saya tahapan yang harus dilalui untuk menjadi seorang programmer adalah sebagai berikut:
  1. Tahap mengenal logika program
    Seorang programmer harus mampu mengembangkan logika dalam dunia nyata dan mengimplementasikannya kedalam bentuk program. Sebagaimana diketahui program komputer merupakan bentuk otomasi sesuatu. Sebelum kita dapat mengotomasi sesuatu tentu saja kita harus mengenal sesuatu tersebut. Misalnya saja kita akan membuat sebuah program otomasi pustaka, ya tentu saja kita harus mengenal terlebih dahulu sistem perpustakaan yang ideal itu bagaimana.
    Setidaknya ada beberapa bentuk yang harus difahami sebagai dasar dalam pembuatan program:

    Pengenalan struktur program
    Struktur program merupakan cara berfikir ala program, tanpa mengenal struktur program kita akan kesulitan dalam mengembangkan program, pengenalan sintak, keyword, urut-urutan penulisan program dan sebagainya.
    Dalam struktur program kita akan mengenal variabel, tipe data, bagaimana struktur pemilihan, bagaimana struktur perulangan.
  2. Pemilihan bahasa pemrograman
    Bahasa pemrograman yang dipilih adalah tergantung masing-masing person, ada yang suka dengan java, ada yang suka dengan vb ada yang suka dengan foxpro, powerbuilder, c++ dan lain sebagainya. Tapi tentu saja pembuatan program tidak hanya melulu masalah suka saja. Namun lebih kepada kemampuan dari masing-masing program.
    Si programmer harus bijak memilih bahasa pemrograman yang akan digunakan, java misalnya terkenal dengan fitur frameworknya yang bisa digunakan di berbagai sistem operasi, C++ merupakan bahasa induknya bahasa, yang bisa membuat bahasa pemrograman lain, bahkan sistem operasi, foxpro terkenal dengan databasenya, delphi sangat terkenal dengan kemampuannya dalam pengontrolan alat, powerbuilder terkenal dengan program yang minus coding, visual basic terkenal dengan kemudahan dan keluwesannya.
    Tentu saja tidak ada bahasa pemrograman yang terbaik, semuanya tergantung kepada kebutuhan si pemakai, bagi pengguna bahasa pemrograman tertentu, bahasa itulah yang terbaik.
    Bahasa pemrograman yang dipilih sebaiknya bahasa yang abadi, maksudnya selalu disupport oleh perkembangan hardware komputer yang perkembangannya tidak tanggung-tanggung. Boleh jadi pada masa sekarang ini yang lagi trend adalah bahasa pemrograman dengan kerangka kerja lintas sistem operasi seperti java dan .Net yang juga sudah ikut-ikutan.
    Dalam perkiraan, pengembangan bahasa pemrograman web akan sangat berkembang, karena bahasa pemrograman jenis ini tidak membutuhkan settingan khusus pada komputer client, dengan bahasa pemrograman yang mendukung fitur server side seperti php, asp, dan jsp maka installasi cukup hanya dilakukan pada server saja. Selanjutnya client tinggal mengakses menggunakan browser seperti internet explorer, mozilla dan lain sebagainya, jenis teknologi yang murah dalam pengembangan dan impelementasi dibandingkan dengan pemrograman desktop.
    Tentunya akan sulit untuk menguasai seluruh bahasa pemrograman, bukan bermaksud pesimis, misalnya saja untuk menguasai VB .Net saya membaca sebuah e-book yang tebalnya 500 lembar, bayangkan saja betapa butuh waktunya untuk memahami buku tersebut, itupun baru satu sumber saja. Kalaupun bisa nantinya kita hanya akan memahami kulit-kulit saja dari pemrograman tersebut, saran saya pilihlah satu tapi matang.
  3. Memilih perangkat pendukung
    Setelah memahami logika program dan memilih bahasa pemrograman yang tepat tentunya kita membutuhkan software dan hardware pendukung yang tepat,

    Perangkat database
    Ada sebagian bahasa pemrograman yang telah memiliki database yang include dengan bahasanya sendiri, namun karena perkembangan teknologi database sendiri, yang memungkinkan mereka untuk membuat bahasa pemrograman sendiri, mau tak mau programmer sebaiknya juga mengenal teknologi database yang relevan seperti MySQL, Access, Oracle, Sybase, SQL Server, dan lain sebagainya.
    Seperti bahasa pemrograman, masing-masing database mempunyai fitur yang menarik bagi si pemakai, namun karena fungsi pokoknya sebagai penyimpan data, kita tida sesaklek belajar bahasa pemrograman, karena biasanya database mempunyai konsep yang sama, ada database, ada table, ada query ada view, trigger, stored procedure dan lain sebagainya.
    SQL (Structured Query Language) merupakan komponen penting didalam pemrograman, pemrosesan data akan sangat lambat jika si programmer terlalu mengandalkan logika sekuensial dalam mengakses data.

    Perangkat Report
    Sebagaimana kita tahu, pembuatan program database apa saja selalu berakhir pada pembuatan laporan. Laporan dimaksudkan untuk mengolah data sehingga menjadi informasi yang nantinya akan disajikan kepada para pengguna informasi yang membutuhkan. Baik gunanya untuk mengambil keputusan, audit, perbandingan dan lain sebagainya.
    Sebagian bahasa pemrograman memiliki perangkat untuk membuat report sendiri, seperti data report pada visual basic, quick report pada delphi dan lain sebagainya, namun ini tidak membuat pengembang pembuatan software laporan menjadi berkecil hati. Malah menjadi tantangan tersendiri untuk menyajikan software pembuat laporan yang bahkan melebihi software report yang ada pada bahasa pemrograman yang telah terpasang.
    Crystal report merupakan salah satu perangkat software pembuat laporan yang sangat terkenal, kompabilitasnya untuk digabungkan dengan berbagai bahasa pemrograman membuat posisinya selalu teratas dalam perangat pembuatan laporan.

    Perangat Installasi
    Deployment merupakan tahap final dalam pembuatan program, setelah program dibuat, dikompilasi tentu saja perlu disebar luaskan, para pengguna akan cenderung tidak tertarik jika installasi software yang digunakan sangat rumit. Kecuali tentu saja software yang memang tidak diragukan lagi ketangguhannya, oracle termasuk rumit dalam installasi.
    Seperti database dan laporan, banyak pengembang-pengembang software yang menyediakan perangkat installasi tersendiri, install shield, NSIS merupakan nama-nama software yang dirancang untuk mengemas aplikasi sehingga lebih cantik dan mudah dalam proses penginstallasiannya.
    Kenapa perlu installasi?, harusnya semua software bahasa pemrograman sudah menyediakan paket installasinya, memang benar, namun hal tersebut tidak akan mumpuni jika kita menggunakan banyak perangkat luar dari bahasa pemrograman itu sendiri, sebab masing-masing perangkat tentu saja membutuhkan file-file seperti dll, ocx yang berbeda masing-masingnya. Dengan perangkat installasi semua kebutuhan itu bisa dibungkus menjadi satu buah kumpulan file installasi saja.
  4. Menjadi terkenal
    Kemampuan yang setinggi apapun jika tidak dipublikasikan dengan baik, hanya akan menjadi musium saja. Untuk itu perlu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam dunia kerja. Mulailah dulu dengan menjadi tangan kanan, carilah kenalan sebanyak-banyaknya terutama yang mempunyai hubungan dengan pelaku pasar (pelanggan).
    Jalin dulu kerjasama, kenalan kita yang mengurus segala bentuk urusan administrasi dengan pelanggan, kemudian kita yang bekerja. Tidak apa-apa, tak ada yang langsung jadi bintang kok, minimal harus ikut indonesian idol dulu. 70-30 rasanya pembagian yang cukup adil, kecuali mungkin dia mintak lebih, itu tergantung besar kecilnya proyek dan kemauan kita saja.
    Yang jelas orientasi kita pertama adalah menambah khasanah ilmu, ingat prinsip “latihan setahun masih kalah dengan pertandingan sehari”. Dengan mengerjakan proyek program secara langsung, kita akan mendapatkan tambahan ilmu yang tidak tanggung-tanggung, sebab teori selalu tidak sama dengan praktek. Ada kebutuhan yang selama ini kita pandang tidak perlu ternyata menjadi bagian kritis bagi pelanggan.
    Setelah berpetualang menjadi tangan kanan, lambat laun para pelanggan akan mulai menghubungi kita secara langsung, ingat nomor hp dan alamat email jangan sampai diganti, sebab bisa saja menghilangkan sekian belas projek. Ketika proyek sudah murni ditangan kita, satu hal yang harus dijaga adalah “kepercayaan para pelanggan”, sekali kita berbuat salah yang tidak sesuai maka rusaklah nama, nama baik tidak bisa diganti dengan apapun. Namun itu tidak membuat kita menjadi murahan, lakukan sesuai dengan permintaan, jika ada permintaan tambahan, konfirmasikan kembali bahwa ini permintaan tambahan yang tentu saja perlu honor tambahan.
    Prinsip terutama selagi kita masih pemula adalah “jangan pernah bilang tidak!”, manfaatkan kenalan yang kita punya, misalkan pelanggan butuh pengadaan hardware sedangkan kita tidak mampu, gunakan jasa kenalan, tapi tetap dengan mengatas namakan kita, siapa sih yang ndak mau berbisnis asalkan saling menguntungkan.
    Berikan service-service yang memuaskan, satu saja pelanggan merasa puas, mereka akan bercerita dengan bangga tentang kerjasamanya dengan kita, tentu saja hp kita mulai banyak deringannya. Pastikan batrai jangan sampai low, kadang kala pelanggan kita ada yang mempunyai gengsi tinggi lho…
    Persiapkan source code yang anti maling, maksudnya bebaskan para calon pengguna untuk menginstall program yang kita buat, tapi buat settingan waktu kapan program itu mati dengan sendirinya, kalau tidak kita bisa rugi. Setidaknya calon pengguna sudah mencoba, tertarik atau tidak itu tergantung lobi dan nasib kita tentunya.
    Berbisnis dengan swasta kelas menengah memerlukan upaya yang cukup sabar, kenapa?, biasanya dananya cetek tapi mintanya segenap-genapnya. Ketika orderan sudah cukup banyak mulailah menggunakan perangkat hukup seperti notaris, mulailah bekerja berdasarkan kontrak, sehingga kita bisa meminimalkan permintaan tambahan dari pengguna dengan memanfaatkan kontrak kerja sama yang telah dibuat. Biasanya jika kontrak kerjasama telah ditandatangani notaris, maka para pelanggan tidak akan mau macam-macam, kita juga tidak akan dipandang sebelah mata.
    Berbisnis dengan pemerintah kudu lebih sabar lagi, karena project harus selesai dulu baru dana bisa dikucurkan, kalaupun sudah selesai biasanya menunggu dana dari KPKN dulu baru bisa dicairkan bisa berbulan-bulan, tapi yang jelas bisnis dengan kantor pemerintah uangnya lebih pasti. Tapi kudu berhati-hati dengan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan terjebak dengan meja ini meja itu, apalagi meja hijau, eaeaeaeae….
  5. Kembangkan bisnis
    Ketika kita sudah punya nama dan relasi yang cukup, mulailah merekrut tenaga-tenaga potensial, dekati lingkungan kampus. Cari bibit-bibit programmer unggul dan ajaklah kerjasama, tenaga muda biasanya haus pengalaman, usahakan penduduk setempat agar bisa berlanjut, berikan kebutuhan mereka seperti hardisk yang besar, laptop sehingga mereka betah. Kita kemudian bertindak sebagai pencari kerja, dan biarkan tenaga muda yang bekerja, karena bagi mereka sekarang khasanah ilmu merupakan hal yang terbaik.Usahakan untuk pengkaderan, artinya pekerjaan jangan hanya tertumpuk pada satu orang saja, agar jika terjadi masalah, tidak akan kelimpungan.
    Pada masa ini, jika sebelumnya lisensi software belum ada, usahakan pada masa ini sudah ada, karena kegiatan yang dilakukan seharusnya selalu dibawah lindungan hukum, dengan memanfaatkan jasa notaris tadi, jangan nanti malah ketangkap membajak lagi

    Cukup panjang ya…Siap?, selamat mencoba….

Selasa, 17 Juni 2008

Jalur profesi untuk programmer


Seperti tukang ojek, jika mereka tidak bersepakat dalam menetapkan harga, maka tentu saja harga tarif ojek ditetapkan setelah melalui proses tawar menawar. Lain halnya jika mereka berorganisasi, dan menetapkan tarif, maka proses tawar menawar bisa dikurangi, dan tidak ada harga yang terlalu murah, ataupun harga yang terlalu mahal yang bisa mengakibatkan persaingan yang tidak sehat.

Dalam dunia sekarang organisasi profesi memang sangat menentukan berkembang atau tidaknya profesi tersebut. Misalkan saja seorang lulusan S.1. jurusan psikologi, belum diakui sebagai tenaga psikolog (belum bisa membuka praktek), namun harus melewati terlebih dahulu jalur profesi yang juga membutuhkan waktu, jadi nanti mereka akan bergelar ganda, sebagai sarjana psikologi dan juga sebagai seorang psikolog, pada namanya juga dicantumkan misalnya Budi, S.Psi., PSI.

Hal ini seharusnya juga dapat menjadi perhatian bagi kalangan praktisi TI untuk juga mencanangkan wadah yang sama, sebuah jalur profesi yang diakui secara nasional untuk kalangan akademik. Dengan begini, tentu saja akan menguatkan posisi tawar para programmer di Indonesia. Tidak akan ada lagi ditemui programmer yang "buka praktek" sembarangan, sehingga menimbulkan "malpraktek" yang cenderung membuat kredibilitas buruk untuk kalangan programmer indonesia.


Tidak hanya itu saja project-project IT akan lebih mudah didapatkan, para pengguna jasa cukup menghubungi basis organisasi untuk mendapatkan informasi mengenai tenaga programmer yang berada didekat wilayah mereka. Tidak akan ada lagi peluang yang terbuang sia-sia.


Harga yang bersaing merupakan keuntungan tersendiri, jika ada programmer yang menjual hasil karyanya dengan harga yang murah, ini juga menjatuhkan kredibilitas , dengan adanya jalur profesi, tentu saja akan lebih mudah menetapkan standar harga yang merupakan win-win solution untuk programmer maupun untuk para pengguna jasa.

Hal ini bisa dilanjutkan untuk pengembangan software di indonesia (yang bukan open source) khususnya. Dengan adanya wadah yang bisa menyampaikan aspirasi, akan bisa dilakukan tawar-menawar dengan vendor software seperti microsoft, adobe dan lain-lain dengan tujuan "merasionalkan harga software" di Indonesia, sehingga kita tidak selalu dikenal sebagai bangsa yang tukang membajak...

Mungkin ndak ya....?